Tuesday, January 1, 2008

Which Door??

Bagi gw saat ini, hidup gak lebih dari sekedar jutaan pintu. Di balik semua pintu, tersembunyi sebuah harapan, pilihan atau mungkin kesempatan yang membuat elu bisa melewati sebuah fase kehidupan. Pada waktu kita masih kecil, orang tua kita atau sebuah otoritas memilihkan kita sebuah pintu untuk kita masuki, dan kita jelajahi. Dan, dunia di balik pintu itu, kita mengalami fase pembelajaran hal baru, seperti bagaimana kita menulis, menggambar, berbicara. Hal-hal dasar yang nantinya bisa berguna buat hidup kita.

Mencapai fase remaja, di saat inilah kita bisa menjelajahi semua pintu yang berada di depan kita. Dan tergantung dari kita, mau menutupnya setelah membukanya, atau malahan masuk ke pintu dan tak pernah lagi keluar. Di balik itu, barulah kita menemukan banyak sekali pilihan, kesempatan, untuk kita mencapai fase selanjutnya dalam hidup. Inilah yang bisa disebut masa indah dalam hidup, dimana kita dapat mencoba semua hal tanpa merasa bersalah.

Sampai, kita sampai di fase “ menjadi Dewasa”, sebuah masa transisi, dimana gw berada saat ini. Menjadi dewasa bukan berarti kita bisa memiliki SIM (sebagai tolok ukur kedewasaan seseorang), atau memiliki lebih banyak tanggung jawab, atau apa pun anggapan orang tentang menjadi dewasa. Menurut gw, menjadi dewasa adalah titik dimana kita dapat mengendalikan emosi, dapat mengambil keputusan yang tidak egois, dan menikmati hidup tanpa beban. Hemm saat ini, di depan gw, gw lagi berada di 2 pintu. Pintu satunya adalah pintu pilihan nyokap gw, sementara pintu satunya lagi adalah pintu pilihan gw. Satunya tulisannya “Sukses Di Bidang Bisnis” sementara satunya lagi tulisannya “ Sukses Dengan Pilihanmu Sendiri”.

Oke.. Pintu yang tulisannya “Sukses Dengan Pilihanmu Sendiri” ini cukup menggoda. Sebagai pribadi yang gak suka diatur, dan cenderung bebas, gw pasti akan memilih itu. Sementara tuntutan otoritas orang tua menganjurkan gw untuk mengambil pintu satunya lagi “Sukses di Bidang Bisnis”, dimana nyokap meminta gw menjadi orang yang sukses secara material, yang merupakan pandangan sukses pada umumnya. Gw memang belum sampai dimana gw diharuskan untuk memilih di antara kedua pintu tersebut. Hanya aja, baru kepikiran aja sekarang. Jalan hidup seperti apa yang mau gw pilih nanti?? Menurut mu? Seharusnya pintu mana yang kupilih? Karena kali ini sekali aku masuk, aku mungkin benar-benar tidak bisa keluar.


Setelah melewati fase itu, barulah kita melwati fase "Dewasa", fase dimana kita tidak bisa lagi memilih dunia di balik pintu-pintu itu, dan hanya menikmati apa yang ditawarkan dari dunia tersebut. Hanya saja gw gak mau, gw memilih pintu yang salah, dan akhirnya bisa merusak hidup gw, dan hidup anak cucu gw. Berlebihan sih, tapi kita seharusnya sadar bahwa setiap keputusan yang kita ambil nantinya akan berpengaruh pada orang lain. Makanya.. pintu mana yang seharusnya gw pilih??