Wednesday, October 1, 2014

Post Pertama setelah 2 Tahun Absen

Welp.. sekarang udah Oktober 2014 aja, yang artinya gue udah 2 taun penuh gak pernah nulis lagi. hahahaa Apakah itu artinya gue udah bukan bocah ingusan galau dari Jakarta? atau apakah itu artinya gue udah gak butuh nulis untuk meluapkan semua perasaan gue? Enggak sih, gue bener-bener cuman sibuk sama kuliah. 2 tahun belakangan ini, gue bener-bener kejar target dan kerja mati-matian di depan komputer. Sampe akhirnya akhir 2013, tangan kanan gue kena tendonitis. Sejak saat itu, gue mulai coba untuk lebih hati-hati lagi. Anyway, selama dua tahun belakangan ini, gue bener-bener berasa kejar target, tidur cuman sedikit, dan kerja paling enggak 9 jam di depan komputer, gak ada kehidupan sosial. Gue kerja terus, sampai tepatnya bulan agustus, gue bener-bener eneg sama komputer. Gue sempet depresi, atau mungkin bahasa kerennya burn out.. hahaha.. Gue bener-bener gak mau kerja, gue juga gak ada inspirasi. Barulah setelah gue stop dan evaluasi diri gue, gue baru sadar bahwa apa yang mendorong gue untuk kerja mati-matian adalah insecurity, alias gue gak pede sama kemampuan gue. Gue sekarang udah mahasiswa tingkat akhir dan gue merasa bahwa gue belum punya cukup skill untuk kerja. Karena ketakutan itulah, gue akhirnya mati-matian kejar target. Gue ikutan project collaboration, ikutan project freelance, dan segala macemnya gue kerjain. Sampai akhirnya, agustus kemaren, gue gak kuat lagi.

Baru-baru ini lah gue sadar, kenapa ya gue bisa begini. Well, di satu sisi bagus sih karena gue jadi fokus dan sebenarnya kerjaan 3D gue gak jelek-jelek amat. Tapi, mungkin karena gue bawa beban, jadilah semuanya terasa berat. Akhir-akhir ini gue merasa kehilangan. Gue merasa kehilangan sisi anak SMA gue, yang suka nulis hal-hal gak penting di blog, ngobrolin soal pacaran gak ada habisnya, atau galau soal hal-hal yang dulu menurut gue bener-bener lebih penting dari nilai. Sekarang, gue cuman ngabisin waktu di depan komputer, antara ngerjain 3D, skype sama nyokap atau baca komik. Melihat balik, gue sadar betapa naifnya gue. Jujur, gue kangen dengan sisi gue yang itu. Apakah ini yang namanya menjadi dewasa? Ketika elu mulai khawatir soal masa depan, ketika elu lebih peduli dengan tuntutan masyarakat. Gue mencoba menulis lagi di blog karena gue mencoba untuk menangkap kembali perasaan yang gue rasain ketika gue SMA. Gue tahu seiring berjalannya waktu orang berubah, prioritas mereka berubah, cara pandang mereka akan hidup berubah, dan cara mereka membawa diri pun berubah. Tapi setidaknya, gue mau kembali ke masa SMA gue itu, ketika gue menulis tentang apa aja, mengeluh soal apa aja tanpa khawatir soal apa yang akan terjadi di masa depan.

Anyway, sepertinya mulai dari sekarang gue akan lebih rajin menulis daripada sebelum -sebelumnya. Tapi, gue juga gak mau kasih harapan palsu.. haahha Kita lihat aja.. Mudahan-mudahan, post pertama yang gue tulis ini gak membuat kalian semua berpikir bahwa gue tumbuh menjadi pribadi yang penutup dan gak punya kehidupan. (Sedih banget perasaan). 

Friday, April 20, 2012

wew... udah tahun 2012 aja

weeww... udah lamaaa sekali gak nulis hahahahha.... saking sibuknya sama urusan kuliah dan rutinitas.. well 80% nya sih males aja hahahha... Gak kerasa udah tahun ketiga semester fall tahun ini. Jadi inget waktu pertama kali menginjakkan kaki di kampus AAU dengan segala kecanggungan dan ego yang super tinggi. Yang kemudian langsung diinjak-injak dengan kenyataan bahwa murid lain lebih jago dari gue.. hahahaha...

Tapi, sejauh ini gue menikmati perjalanan gue di kampus ini. Ketemu temen-temen yang jago, tapi gak sombong dan mau ngajarin, ketemu banyak hal yang sering disebut sebagai culture shock, dan banyak pelajaran-pelajaran hidup yang gue temuin selama tinggal sendiri. hahaha bukaaan ini bukan semacam catatan akhir sekolah. Hanya gue sadar bahwa gue gak punya banyak waktu lagi di kampus ini. Bulan Desember tahun 2014 gue udah lulus. Gue menyesal karena selama ini gak pernah fokus dengan tujuan gue, karena sibuk mengejar ketinggalan dengan kawan-kawan yang lebih jago dari gue.

Alhasil gue kehilangan arah, dan sempet bingung mau dibawa kemana nih hidup gue hahahaha... Tapi dari pengalaman ini gue belajar bahwa elu gak bisa mengejar 10 tahun ketinggalan dalam 2 tahun. Dalam artian, teman-teman gue udah bisa angkat pensil untuk menggambar sejak mereka kecil, sementara gue baru mulai menggambar kurang lebih 2 tahun lalu. Dengan itu gue sadar bahwa seharusnya gue fokus dengan kelebihan gue daripada kekurangan gue. Daripada mengejar kekurangan gue dalam menggambar, lebih baik gue fokus dengan kelebihan gue (bukan kelebihan berat badan tentunya). Dan gue sadar bahwa ketika gue kerja nanti, gue bisa latian gambar kapan aja gue mau. Jadi seharusnya gue gak usah khawatir dengan skill gambar yang ecek-ecek ini.

So, gue berharap 2 tahun lagi gue bisa lulus tanpa masalah dan langsung kerja. Amin 

Saturday, September 3, 2011

Setelah absen cukup lama

Post terakhir di bulan Mei dan sekarang udah bulan September. Menandakan betapa lamanya gue udah lama gak menulis blog. Apakah menulis blog udah bukan dari bagian keseharian gue lagi? atau memang sedang tidak ada bahan untuk menulis.. Entahlah... :D

Maaf sekali udah lama gak menulis di blog ini, mungkin sebenarnya bukan karena tidak ada waktu atau cerita yang hendak di bagi, hanya saja tidak ada niat. hehehehe... Tapi, hari ini ketika sedang duduk di sofa apartemen gue dengan seorang teman, membuat gue sadar. Bahwa gue sebentar lagi HARUS KERJA AAAAAAAAAAHHHHHHH... hitungan taun mungkin terasa seperti hitungan hari dan belum-belum JENG JENG gue udah LULUS, dan mesti KERJA! hahaha iyaa gue sangat amat histeris sekali.

Hahahhaha,, rasanya baru kemaren abis seneng-seneng sama temen SMA gue, eeeh sekarang harus dihadapkan sama kenyataan bahwa gue mesti siap-siap kerja. Tapi tadi, setelah duduk sama temen gue, membuat gue sadar bahwa sebenarnya gak selamanya elu bisa kayak di posisi elu sekarang. Sekolah di luar negeri, dengan gaji penuh tanpa kerja dari orang tua, dan bisa kongkow2 sama temen setiap weekend. Suatu saat nanti, pasti satu titik dimana elu harus kerja juga, punya tanggung jawab juga. Gak selamanya elu bisa seneng-seneng sama seperti waktu elu SMA. Karena ya, waktu merubah karakter dan prioritas masing-masing individu, yang membuat kita sebagai manusia (seharusnya) berkembang. Walaupun sebenarnya, umur bukan patokan pasti perkembangan intelektual seseorang, tapi setidaknya umur menjadi suatu patokan seberapa berhasil orang itu berkembang. Misalnya umur 36 tahun masih jadi pengangguran. Orang pasti langsung bisa mengira seberapa berhasil orang itu dalam hidupnya.

Tapi.. cukuplah apa pemikiran orang, tuntutan masyarakat, dan hal tetek bengek itu. Toh semua nilai-nilai di masyarakat itu bisa berubah seiring berjalannya waktu. Cukuplah dengan semua kekhawatiran masa depan. Sudah saatnya fokus dengan apa yang ada di depan mata, dan mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk ke depannya. Seperti apa yang Walt Disney pernah berkata "adults are only kids grown ups". Jadi untuk apa takut untuk menapak ke jenjang selanjutnya.

Fall semester sudah di mulai...

Friday, May 20, 2011

Hello hello

Guys... check out my other blog:
A Room To Grow

This blog is where I put my school stuff, and (maybe) personal projects, either it's my drawing, or any digital work. I promise to update this blog regularly...

P.S: Spring semester ended... Helloo summer...
P.S: Damn! I'm taking summer semester....

Tuesday, May 17, 2011

uarggh

G.U.E K.A.N.G.E.N N.G.E.B.L.O.G

hahahaah... ini beneraaan.. gue kangen nyampah di web, yang dimana semua orang bisa baca dan seperti berteriak "HELLOOWW,, Masyarakat di dunia mayaa,, aku sedang meranaaa/senang/diputusin/stres/ mau mati"

Nope, gue bukan sarkastis dengan pernyataan gue di atas. Gue bener-bener pengen nyampah, sampe berparagraf-paragraf, bercerita tentang sesuatu yang penting banget buat gue diikuti oleh tatapan tanda tanya orang-orang, dan segala macemnya..

Gue kangen cerita-cerita kebodohan-kebodohan gue... dan segala macamnya...

oh, liburan.. cepetan dataang

Friday, April 29, 2011

Lagu

Tidak jarang kita mendengar lebih dari satu lagu yang memiliki melodi atau intro yang sama. Pernahkah kita menyadari bahwa isi dari satu lagu dengan lagu yang lainnya juga memiliki kesamaan? Entah itu patah hati, jatuh cinta, menemukan jati diri, atau bahkan merasa gagal.

Didaur ulang dengan menggunakan kata-kata yang berbeda, namun ada beberapa lagu yang memiliki tema yang sama. Lantas, maksudnya apa? Ketika suatu masalah seperti putus cinta itu dibuat menjadi lagu, kita harus mengingat fakta bahwa sang penulis mendapat inspirasi dari orang terdekat mereka sedang mengalami masalah tersebut atau mungkin malah pengalaman pribadi. Dan ketika lagu dengan tema yang sama di buat oleh penyanyi lain dengan lirik dan melodi yang berbeda, kita pun menyadari bahwa pada dasarnya itu sama.

Lalu? Kesimpulannya?
Ketika kita sedang sedih, merasa gagal atau mungkin sedang jatuh, dengarkan lagu yang sesuai dengan kondisi kita pada saat itu. Dengarkan tiap liriknya, dan camkan dalam diri kita, bahwa ada orang lain yang pernah berada dalam situasi seperti kita saat ini, dan kita bukan satu-satunya manusia di dunia yang mengalami masalah itu. Dan titik terangnya adalah, ketika penulis itu bisa meraih kesuksesan dari "tulisan curhat"nya itu, dan berhasil bangkit... Kenapa kita tidak?

Thursday, March 17, 2011

Mesin Waktu

Ketika elo masih kecil, pernahkah elu berpikir seperti ini "Wah. cobaa ada mesin waktunya Doraemon.. pasti gue bisa ngulang lagi waktu ini" atau "Wah, coba ada mesin waktu, gue pasti bisa tau nanti gedenya gue jadi apa?"

Yaa.. intinya kita pengen tau banget soal masa depan kita, atau mengulang masa lalu kita. Dulu gue berpikir demikian. Betapa indahnya dunia, jika gue bisa tau masa depan gue, atau ngulang kesalahan masa lalu gue. Tapi sekarang, gue bersyukur bahwa mesin tersebut tidak ada (setidaknya di abad ketika gue menulis ini).

Karena gue sadar, bahwa dengan adanya mesin waktu, kita tidak akan menjadi seperti apapun pribadi kita saat ini. Gue sadar banget bahwa segalanya butuh waktu, timing itu penting banget dalam ngejalanin hidup. Gue pun sadar untuk bisa berdiri di tempat gue sekarang ini, gue melalui sekian banyak proses yang gak mudah, bertemu banyak orang mulai dari yang brengsek sampe suci banget kayak Bunda Teresa, dan melalui segala macam kejadian yang membuat gue belajar dari hal itu.

Nah, misalnya ada mesin waktu, gue rasa gak banyak orang sukses. Karena kita akan memiliki tendensi untuk me-rewind, atau me-fast forward hidup kita. Misalnya kita nyesel karena ulangan kita jelek *yeaah alasan amat sangat dasar*, yang kita lakukan adalah kita tinggal naik mesin waktu, dan ngulang aja itu waktu. Atau.. jika kita penasaran apakah kita jadi seperti apa di masa depan, kita tinggal naik mesin waktu, dan ngeliat kita 10 tahun kemudian.

Hidup menjadi lebih gampang bukan?
Tapi sadarkah kita, bahwa sebenarnya itu membuat kita menjadi tidak berkembang?

Jika kita menyadari bahwa kita memiliki pilihan untuk mengulang semuanya, bukankah membuat kita jadi tidak berhati-hati dengan tindakan kita dan segala pilihan kita? Jika kita memiliki pilihan untuk mengetahui apa yang ada di depan kita, bukankah itu juga membuat kita menjadi tidak bersyukur dengan apa yang sekarang kita miliki? Yah,, misalnya gue baru punya laptop baru, trus gue tau kalo di masa depan nanti, nyokap gue beliin laptop yang bisa berubah jadi transformer (baca:lebih canggih), bukankah itu membuat gue menjadi gak bersyukur dengan laptop gue yang baru ini?

Lagipula, ketika kita memiliki pilihan untuk mempercepat hidup, kita lupa untuk menikmati hidup yang kita miliki saat ini. Ingat film "Click"? Ketika si Adam Sandler terlalu asik mempercepat kehidupannya, dia mulai kehilangan koneksi dengan orang-orang sekitarnya, dan akhirnya meninggal begitu saja. Mungkin mudah bagi orang yang membaca post ini bilang "yah, tinggal di rewind aja dong" Iya kalo ada pilihannya? kalo gak ada? Kita jadi bergantung banget kan sama fasilitas teknologi yang kita punya itu? Dan dengan memiliki mesin waktu, kita lupa bahwa kita memiliki limit, yaitu kematian. Apa yang terjadi jika kita meninggal coba? hayo? masih nekat mau rewind?

Oh ya satu lagi, gue rasa kalo misalnya gue tau kalo di masa depan nanti gue bakal sukses, pasti masa-masa sekarang, gue bakal males banget, dan punya mind set "ah gue kan bakal sukses nanti.. jadi leha-leha aja sekarang". Gue pun melupakan faktor bahwa apa yang gue miliki di masa depan, sebenarnya adalah hasil kerja keras gue di masa sekarang.

Ya.. intinya, gue bersyukur banget karena mesin waktu belum diciptakan. Gue sadar bahwa sebenarnya manusia sepertinya belum siap dengan penemuan yang seperti itu. Karena toh, gue tau manusia itu gak sabar, dan dengan adanya mesin waktu yang mengakomodasi ketidaksabaran, tanpa menyadari bahwa itu sebenarnya akan merusak.

Well.. maaf banget karena jarang sekali update, maklum super sibuk :P
See u :) :)

Friday, February 4, 2011

lagi lagi baru update

Hey.. belum pernah update, tau-tau udah meluncur balik aja ke SF. hahahaahha... anyway.. jujur, gue pengen minta satu bulan lagi liburan, tapi apa mau dinyana, gue mesti kembali lagi ke habitat asal.

Nah, selama liburan, waktu gue habis bersama keluarga, jalan-jalan, atau main ps di rumah. Salah satu keuntungan masuk Game Design adalah, elu bisa main PS, tanpa merasa bersalah, karena itu kan buat riset. :P

Anyway,, gue mengakui, betapa mulai jarangnya gue menulis. Entahlah, apa karena kurang mood, kekurangan bahan layak pakaian para artis, ataupun kebanyakan kerjaan sekolah yang pengen banget di masukin ke black hole. Tapi, gue berharap, di semester baru ini, gue mulai lagi menulis. Entah itu omong kosong, entah itu pemikiran serius, tapi gue ingin blog gue tetep jalan. So, please.. sabar ya sama gue :) :) *walaupun blog ini mungkin gak begitu banyak pembacanya hahaha...

Friday, January 7, 2011

Aku Sudah Pulang :)

Lucu rasanya pulang kembali ke Jakarta, kota di mana gue tinggal selama kurang lebih 17 tahun lamanya. Lucu, karena gue yang gak pernah tinggal di kota lain selain Jakarta, akhirnya tinggal di kota yang super jauh.

Ada perasaan lain yang terselip, yang sebenarnya susah di utarakan, tapi mungkin semua orang ngerasain hal yang sama seperti gue. Sebenarnya, perasaan ini mulai bisa di deskripsikan ketika gue mendengar lagu “Home”nya Michael Buble. Ada satu lirik yang sebenernya benar-benar mendeskripsikan perasaan gue

And I feel just like I'm living someone else's life
It's like I just stepped outside when everything was going right

Iya.. ketika gue pulang, gue merasa seperti orang luar di rumah sendiri. Hal ini bisa jadi karena banyak hal terjadi, ketika gue gak ada di rumah. Dan keadaan rumah tuh baik-baik aja, meskipun gue lagi gak ada di situ. Aneh dan egois emang. Cuman ini apa yang gue rasain ketika gue pulang ke rumah.

Walaupun sebenernya bbm sama nyokap, dan orang rumah jalan terus, tapi tetep aja rasanya beda ketika semua cerita itu di sampaikan melalui bbm, bukan secara lisan, duduk melingkar di meja makan. Iya, gue selalu punya kebiasaan duduk di kursi meja makan yang bundar (ini bukan konferensi meja bundar), dan ngobrol sama nyokap dan tante gue di tempat tersebut. Tapi ketika semua cerita itu di tulis di ruang chat room BBM, segalanya jadi berbeda.

Sekolah di luar negeri memang keputusan gue, kemauan gue. Dan apa yang gue tulis di sini bukanlah keluhan. Cuman, ada yang hilang aja. Mungkin karena gue itu anak rumahan, yang selalu tau kalo ada sesuatu yang terjadi di rumah. Mungkin. Entahlah, mungkin ini hanya ratapan, sekaligus keegoisan anak rantau yang gak pernah keluar rumah sebelumnya. Tapi, gue cuman berharap bahwa perasaan lucu ini akan segera ilang. Karena gak enak banget.. heehehehehe

Thursday, January 6, 2011

baru update

Heyy... telat updatee... maaf-maaf.. kemaren sibuk dengan liburan bersama keluarga, dan juga anjing gue menganggap kabel charger laptop gue seperti sebuah kudapan lezat, sehingga habislah itu digigitin. Hari ini, bru aja pulang dari mangga dua untuk beli kabel charger baru.

Tahun baru, resolusi baru.
Benarkah? atau sebenarnya hanyalah lanjutan dari perjuangan mengenai hal yang sama dari tahun-tahun yang sebelumnya? Ya, itu akan kembali ke individu masing-masing.. Hmmm bener-bener gak tau sih mau ngomong apaan.. hahahaha sampe post berikutnyaa

Monday, December 13, 2010

Almost over

Gue perhatikan akhir-akhir ini.. isi post gue super gloomy, dan gue benar-benar ngerasa... masa sih.. dunia perkuliahan udah mulai merubah gaya menulis gue yang ceplas-ceplos?

Tapi, emang gak bisa di salahin juga. Karena di sini gue gak banyak menemukan hal baru selain tugas, kuliah, dan bersih-bersih rumah. (*mama.. perhatikanlah,, di sini anakmu menuntut ilmu dengan tekun) Yah.. kadang-kadang sih ketemu temen, dan jalan bareng. Tapi kegiatan itu masih bisa banget di hitung dengan jari tangan. (Kalo udah sampai jari kaki, berarti banyak dong)

Gue sempet mikir, masa sih masa-masa kuliah gue bakal habis di lab komputer? karena jujur aja, seminggu kemaren, gue bener-bener hidup di lab komputer. Jam 10 masuk lab, keluar jam 10 malem. Pulang, langsung tepar tidur. Sejujurnya rada kaget dengan kehidupan baru gue ini. Sedikit wah monoton bgt ya.. tapi mau gimana lagi.. inilah rutinitas baru gue. Dan kayaknya juga gak setiap hari gue bakal ke lab sih.. gak tau deh semester depan.

Tapi, 1 semester ini berjalan cepet bangeet.. dan gue menikmati setiap detiknya.. walaupun capek.. hehehehe

Sunday, December 12, 2010

pengumuman

4 HARI LAGI SAYAAA PULAAANGG!!!

WOHOOOOO!!!

by the way,, apartemen masih kayak sarang penyamun euy -.-

Monday, December 6, 2010

Quotes

To cry because there is something you want to do and to cry because you can’t find it. Which is more painful?

– Takemoto Yuuta (Honey and Clover)

Aku akan Pulang

Kamu itu jauh...

Pedih melihatmu dari jauh,
sendirian meratapi lukamu,
kamu yang sedang menjilati lukamu,
dengan harapan luka itu akan segera sembuh,

Sedih menyadari bahwa aku tidak bisa membantumu,
membalut lukamu,
dan menggandeng tanganmu, sambil berbisik
"semuanya akan baik-baik saja"
"Bersabarlah, tunggu Waktu menyembuhkanmu"

Walau aku tau, kamu akan merajuk dan berteriak "SAMPAI KAPAN?"
Tapi, aku yakin, suatu saat nanti, kamu akan berdiri tegak lagi

Karena teman, semuanya itu butuh proses, tidak ada yang instan..
Semuanya itu butuh waktu....

Tunggu aku di Jakarta ya...

Sampai aku pulang nanti,,,
tolong.. jangan ratapi luka itu, jangan usik luka itu...
Cobalah untuk berjalan, abaikanlah rasa sakit itu

Aku akan pulang nanti, memapahmu ketika kamu lelah,, membantumu berdiri ketika kamu jatuh
Sampai aku pulang nanti... Bersabarlah ya...

Untuk Sahabat :)

Saturday, November 20, 2010

Apa yang saya rasakan sama dengan anda?

Di sini saya, di San Francisco, masuk di sekolah seni yang menurut saya memiliki pengajar, dan fasilitas yang menunjang, tinggal sendiri di apartemen, dengan uang jajan yang sebenarnya tidak begitu di batasi.

Lalu, apa sulitnya?
Wong, kerjaan saya sebenarnya hanya membuat PR kok, mengerjakan kewajiban saya sebagai seorang mahasiswa kok. Dan syukur-syukur jika saya cukup ambisius, saya bisa mendapat pekerjaan sebelum saya lulus.

Toh, sebenarnya..
Saya memiliki kesempatan yang sangat jarang di miliki oleh orang Indonesia lainnya, yaitu bisa bersekolah di luar negeri. Saya sadar itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dan, saya pun beruntung memiliki ibu yang mengerti saya, karena saya memilih jurusan yang entah nanti lulusnya kerjaannya apa. Jadi saya kurang apa coba?

Tapi kenyataannya,
Saya suka sekali mengeluh jika pekerjaan sekolah mulai menumpuk. Alasan ini-itu. Belum lagi, jika mulai dengan tugas menggambar, yang sebenarnya bisa saya lakukan,, cuman saya sudah mundur sebelum berperang. Saya suka stres duluan, yang sebenarnya malahan menghambat saya untuk menyelesaikan pekerjaan itu.

Saya sadar, yang sudah banyak orang bilang kepada saya, bahwa yang sebenarnya yang bisa saya lakukan adalah hanya menjalani semuanya apa adanya. Tapi tidak lantas, hanya dengan setengah hati. Saya pun sadar, bahwa apa yang saya hadapi kali ini tidak seberapa dengan orang-orang kurang beruntung dari saya. Mungkin, di luar sana, ada anak yang seumuran saya, harus kerja 3 shift, sambil mengimbangi dengan kuliah. Tapi, toh dia selalu mengumpulkan PR tepat waktu. Atau, ada anak yang lebih muda dari saya, yang harus bekerja untuk keluarganya, sembari kuliah. Dibandingkan dengan mereka, bukankah saya jauh lebih beruntung? Tapi, yang saya lakukan hanyalah mengeluh, dan mengeluh.
Bagaimana jika, saya mulai menutup mulut saya, mulai bekerja dengan tangan saya, serta bersyukur atas tiap detik yang saya rasakan saat ini? Karena hidup itu cuma sebentar, dan menghabiskan waktu dengan mengeluh itu sia-sia. :)

Wednesday, November 10, 2010

.....

Di saat saya sedang mengejar sesuatu yang belum pasti di depan, di sini saya...

Jenuh
Lelah

Tapi perjalanan saya masih jauh.

Bagaimana dong? :(

Monday, November 8, 2010

mnyaaaaa

Saya kangen rumah.
Saya kangen masakan Indonesia.
Saya homesick.

Ini kombinasi yang benar-benar jelek, ketika saya hanya punya 6 minggu tersisa, belum lagi dengan tumpukan tugas yang sudah memanggil. Sudah 2 pelajaran yang mengharuskan saya mulai mengerjakan final project, Figure drawing yang posenya makin amit-amit susahnya, dan Project game Zombie yang seharusnya fun, hanya saja karena teman-teman gue rada kupret, jadinya gak tau gimana jadinya. *bersyukur sekali saya bisa bahasa Indonesia, jadi mereka gak bakalan nyadar kalo lagi gue kata-katain.

Saya cuman butuh di stater mesinnya, dan voila! pasti tugas semua selesai :)

Friday, November 5, 2010

Hari tiup lilin

Iya., tepatnya tanggal 5 November, saya berulang tahun yang ke 19. Saya pikir, saya akan menghabiskannya sendirian, saya pikir saya hanya akan dapat merayakannya dengan skype dengan nyokap, dan teman saya di Australia. Pokoknya saya tidak mengharapkan yang ekstra di ulang tahun saya. Tapi, ketika tanggal 4 November dini hari, saya mendapat kejutan kecil.
Saat itu, waktu menunjukkan pukul 12 dini hari, dan saya masih bangun karena saya baru saja menyelesaikan tugas saya. Saya sedang duduk di tempat tidur, sambil baca majalah, ketika saya mendengar pintu apartemen saya di paksa buka. Saya kaget sekali. Saya langsung berdiri kaget, dan berjalan ke arah pintu. Tidak berapa lama kemudian, pintu di ketuk, dan saya mendapati 11 orang teman saya, berdiri di depan pintu, dengan senyum, membawa kue. Saya benar-benar kaget, dan tidak menyangka hal itu. Nyatanya, mereka menyempatkan diri untuk datang merayakan ulang tahun saya, dengan kue ulang tahun siap dengan lilin yang menyala. Kemudian ada satu teman saya yang menyembunyikan kado nya di lemari kabinet kamar mandi.


Sampai saat ini, saya masih kaget sekali, dan gak nyangka banget bahwa saya akan di beri kejutan seperti itu. Walaupun sampai detik ini saya masih menyesaal sekali enggak sempet beres-beres.

Dan siangnya, 5 November, saya memutuskan untuk makan siang bersama teman-teman saya, di Cheesecake Factory. Saya tidak menyangka kedua dari mereka membawakan saya 2 boneka,1buket mawar, dan 1 anting. Saya langsung speechless, sementara mereka memeluk saya.
Saya cuman bisa bilang bahwa saya bersyukur saya tidak menghabiskan ulang tahun saya sendirian. Terlebih lagi karena ini ulang tahun pertama saya yang jauh dari keluarga. Awalnya mama saya memaksakan diri untuk datang ke SF, karena beliau benar-benar takut saya menghabiskan ulang tahun saya sendirian. Tapi toh, nyatanya.. masih ada juga orang yang care sama saya.. :) :)

Makasi teman-teman untuk kadonyaa... dan untuk kenangan ulang tahun ke 19 yang gak bisa dilupain... :) :)

Saturday, October 30, 2010

Belajar mencintai sesuatu yang saya benci

Saya benci menggambar. Titik.

Kalimat itu terlintas pikiran saya, ketika SMP kelas 1, saya diharuskan membuat satu gambar vas lengkap dengan beraneka motif. Saya menyerah, dan meminta om saya menggambarkan untuk saya. Tapi, ketika ujian akhir mendekat, saya panik, dan berlatih menggambar vas setiap hari. Hasilnya pun bagus, lengkap dengan segala motifnya yang gak kalah bagus dengan milik om saya. Tapi, ujian akhir mengharuskan saya menggambar kuda. Sambel.

Kalimat itu juga terlintas, ketika saya SMP kelas 2. Saya malahan kali ini bersumpah untuk tidak mengambil jurusan yang mengharuskan saya menggambar. Tapi, waktu itu, saya menggambar hiasan untuk Paskah, dan terpilih untuk di pajang di suatu acara Paskah di SMP. Itu satu-satunya gambar saya yang mendapat nilai 8, bukan 6, atau 6.5, nilai yang saya dapat biasanya. Tapi, memandang jauh kembali ketika saya SD, saya ingat, bahwa saya adalah satu di antara murid yang senang menggambar. Entah di buku pelajaran, ataupun buku tulis. Tidak peduli seburuk apa bentuknya, saya tetap menorehkan pena saya di atas kertas. Tapi, tante saya menemukan buku itu, dan memarahi saya. Dia pun melarang saya untuk menggambar, sejak saat itu. Mungkin karena hasilnya tidak bagus, atau sama sekali tidak masuk akal buat dia. Tapi, itu benar-benar mematikan kesukaan saya dalam menggambar.

Mungkin sejak saat itulah, saya membenci menggambar. Kemudian, saya memilih untuk masuk jurusan Game Design. Entah karena modal nekat, atau hanya kemakan omongan sendiri. Di kelas, saya mengalami kesulitan dalam menggambar. Ditambah saya harus bersaing dengan teman-teman saya yang sudah menggambar sepanjang hidupnya. Jujur, saya sempat menyalahkan tante saya waktu itu. Tapi, kemaren waktu buka album kerjaan saya di FB, untungnya banyak sekali orang yang memberi komen positif. Saya pun mulai merasa bahwa mungkin saya bukannya tidak punya bakat, hanya saja saya kurang berusaha, kurang sabar. Mungkin juga, saya tidak benar-benar membenci menggambar. Dan, rasanya kurang pantas untuk menyalahkan orang, padahal itu sebenarnya menunjukkan malasnya saya, dan mencari-cari alasan untuk tidak berkembang.

Kini saya menyadari, bahwa sesuatu yang kamu benci itu tidak selalu buruk, dan tidak selamanya juga kamu akan membenci hal itu. Saya pun mulai perlahan-lahan membangkitkan perasaan yang pernah saya punya waktu kecil. Saya mulai belajar lagi, untuk mencintai sesuatu yang (pernah) saya benci itu, yaitu menggambar. :)

Integritas. Punyakah Anda?

hey... semuaa.. maaf sudah jarang update.. heheeh... maaf, sudah lama terperangkap dengan rutinitas kuliah, yang terkesan klise, tapi ini memang kenyataannya. Tapi, berterimakasih kepada teknologi jaman sekarang, saya pun menyeruak sejenak dari rutinitas. Pasalnya, ada 3 teman saya yang berjanji untuk liburan bareng, tapi sudah hampir dekat dengan hari Hnya, teman gue yang satu membatalkan hanya dengan lewat SMS. Kedua teman yang lain marah, selain karena dibatalin secara dadakan, juga karena cuman di informasikan lewat SMS. Sebuah cara yang sangat sangat sopan menurut saya untuk membatalkan janji dengan teman, apalagi kedua teman saya sudah membeli tiket pesawat dengan harga yang tidak sedikit. Entahlah bagaimana kelanjutan kisah mereka, saya berusaha cuman jadi penonton di pinggir ring (kenapa mesti di ring yaa?? haha)

Tapi, saya sebenarnya tidak begitu kaget dengan teman saya yang satu ini. Dia sering sekali membatalkan janji dengan kita di saat-saat sudah mepet,entah apapun acaranya, dengan seribu satu alasan. Entah kenapa, dia sering sekali lolos dari hamukan-hamukan masal. Cuman, yang mau saya garis bawahi di sini bukan bagaimana cara dia sering sekali lolos (karena jujur saja, saya tidak tertarik untuk membahasnya, dan bukan urusan saya), tapi bagaimana sifat dia yang suka membatalkan janji. Entah karena dididik dengan sabetan bambu di paha, atau 2 tante galak di rumah, saya berusaha sekali untuk mempertahankan integritas saya. Ya, integritas. Mungkin itu sesuatu yang teman saya tidak punya. Menurut saya, ketika saya membuat janji dengan teman saya, di situ saya sudah menaruhkan integritas saya. Mungkin ini terasa berat, jika hanya sekadar janji jalan-jalan, tapi jika janji ini menyangkut sesuatu yang penting? apakah bisa di sepelekan?

Saya tidak mau menjelek-jelekan teman saya, tapi dari dia, saya belajar pentingnya memiliki integritas dalam hidup. Betapa pentingnya untuk selalu konsisten, baik itu ketika kita bicara, maupun melakukan sesuatu. Banyak orang yang bisa berbicara sesuatu yang berbobot, tapi berapa persentase dari kelompok itu yang sebenarnya melakukan hal yang mereka bicarakan. Jika kita tidak memiliki integritas, pada akhirnya kita hanya akan di sepelekan orang. Toh, kita tidak mau hal itu terjadi kan? Makanya, belajar dari pengalaman teman-teman saya itu,, saya pun mencoba untuk bertanya pada diri saya sendiri "apakah saya masih memiliki integritas??"

Lalu.. bagaimana dengan anda?