Sunday, March 8, 2009

To Anyone

I’m seventeen now. (suppose to be) More mature, responsible, and diligent.
Yet, all of those adjectives seem impossible for me. But, hey.. maybe it’s not impossible at all.
Maybe, just maybe, I may changes to that kind of person.
After all this time, after I spend my seventeen years to breathing (well.. d’oh)
It seems I always slipped numerous good things in my life.
And not to mention, I also lose numerous wonderful people who just passed through my life.

But, tonight I will not let those wonderful things slipped again. I don’t want to make the same mistake. So.. for tonight, just for this night, I want to say thanks to:

My beautiful loving mother, who always support me whenever I need a support, who always yelled at me when I need to be yell, who always cook for me, who always spoiled me in the special way, who give birth to me, and she done so many things in my life.

My old man, wherever you are. I couldn’t reach you, I barely remember about you. Yet, I always miss you. Why? I barely know about you, but I always miss you. It’s obvious that I could never reach you, although you standing beside me. But, hey, without you, I may not be here right?

My aunties, and my uncles, who taught me about so many things, and leaving lots of beautiful memories in my mind, who always yelled at me, who always teasing me, who always play with me.

My Friends, who always support me, mocking me, listen to me every time I cry, mad, or goofy. You (in plural) always there, whenever I need a grip, and always laughing about same old jokes that I told to you. Who always cheers on me, whenever I need a cheer. Sorry, I’m such a selfish and self-centered person, and letting you one by one slipped from my grip. I wouldn’t forget about all of the time that we spent together, and all of knowledge that you share to me.

And all of random people, who always show their kindness to me, who suddenly just showed up and help me, who always brighten my day in unexpected way.

THANK YOUUUU…
For just showing up for the 5 minutes in my life, For spending time with me, For letting me know about you, For become a part of my life, For become one of my precious memory.

Thank you for all of your kindness, your patience, and make me learn something from you.

Friday, March 6, 2009

Hari ini

hey. hari ini Java Jazz hari pertama ya.. well, gue gak dateng juga sih jadi gak guna. hahah.. aside from that, karena kakak-kakak sepupu gue pada gak ada di rumah, gue pun mengambil kesempatan emas ini untuk pergi ke pameran "Heaven in Exile" di Galeri Antara. Karena rumah pasti sepi dan gue bakalan bengong di rumah. Akhirnya, dengan kunci mobil sudah ditangan, gue dengan Chobu langsung mangkat ke Pasar Baru. *Chobu: nama mobil Hyundai Accent sewaan gue.

Dengan kecepatan tinggi, didukung oleh jalanan yang sudah lumayan sepi (*karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah 8), gue pun sampe Pasar Baru kurang lebih setengah jam. Waktu nyampe, seperti biasa, orang-orang pada berjubel udah kayak ada diskon di depan galeri. Tapi, akhirnya gue berhasil masuk. Jadilah, gue keliling-keliling, ngeliat foto-foto yang dipajang. Dan hasilnya? GUE BENER-BENER TAKJUB BANGET SAMA HASILNYA. Entah karena gue berlebihan, atau karena gue memang sedang emosional, tapi foto-foto yang dipajang itu punya energi tersendiri yang bisa buat gue diam di tempat.

Dan, muncullah seleret kata-kata yang masih jadi bahan perenungan sampai sekarang " gue pengen deh belajar motret lagi". Gue nyesel banget dulu kenapa belajarnya setengah-setengah.. kenapa dulu gak dengerin Ari. haha.. anyway... desain katalognya Ari dan posternya keren deh...
Hehe... untuk sekarang gue mesti fokus sama ujian gue dulu. Baru setelah itu.. gue akan belajar lagi soal fotografi. hehe... Tapi setelah pulang dari pameran, Danang dan Kanya ngajakin makan di Mas Dikun. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 12 dan gue masih harus menyetir ke arah Balai Rakyat. Jalanan emang sudah sepi sih, dan itulah yang gue suka dari nyetir malem-malem. Entah karena bawaan lahir, atau emang rada aneh, dari kecil gue udah suka banget nyetir mobil. Mulai dari video game, sampe mobil beneran. Gue juga suka nyetir sendiri, karena gue merasa itulah saat dimana gue bisa menghabiskan waktu sendirian. Dan saat yang paling gue suka menyetir adalah malem-malem. Karena selain jalanan sepi, dan bisa ngebut, gue merasa seluruh jalanan itu (pada saat itu) milik gue seorang. Hahahaha... biasanya kalo lagi nyetir sendiri, gue juga suka masang musik kenceng-kenceng. Dan kalo udah kebawa suasana, bakal nyanyi-nyanyi sendiri atau joget-joget dalam mobil. Gak jarang sih, orang-orang langsung ngeliatin gue dalam mobil kayak orang gila..
Setelah sampai Mas Dikun, Danang ternyata belum dateng, jadilah gue menunggu dia. Dan setelah dia dateng, kita pun ngobrol-ngobrol sampe jam setengah 2. Barulah gue menawarkan diri untuk nganterin Kanya pulang (*itu juga karena kakak sepupu gue belum pada pulang) dan menyetir dengan kecepatan tinggi sampai rumah. Dan sekarang inilah gue, tepar dengan laptop di atas pangkuan. heheh

Thursday, March 5, 2009

Dozed Off

Hidup gak pernah lebih kejam dari ini. Udah tugas masih ada yang harus dikerjain, sistem tubuh gue tiba-tiba ngedrop 70%. Hanya tersisa 30% untuk bernafas, dan melakukan kegiatan ala kadarnya. Akhir-akhir ini, badan gue supeer lemes, mata gue gak nahan ngantuk, dan berasa jalan di atas awan. Jangan lemparkan pandangan "halah dasar kebo" ke arah gue, karena gue tau banget ini bukan fungsi tubuh gue yang seharusnya.

Contohnya tadi, gue sedang ngerjain prac report ecos tiba-tiba aja ZZZZZZZZZZ.... gue udah terkapar di tengah tempat tidur, pingsan mendadak. Begitu bangun, layar komputer gue udah gelap, dalam mode sleep, dan badan gue sudah melingker gak jelas. UGYAAA... ada apa dengan sistem badan gue... tapi gue lega sih, karena tugas gue sudah mau berakhir, dan bisa fokus sama ujian.

Tapi kalo dengan sistem tubuh yang mudah tumbang ini siih... rada ragu jugaaa

Wednesday, March 4, 2009

Kalo waktu...

kalo waktu punya sayap
pasti dia akan tau kapan harus mendarat
kalo waktu punya perasaan
pasti suatu saat dia akan menyendiri
kalo waktu punya hati
pasti dia akan berhenti demi orang yang dikasihinya
kalo waktu punya kaki
suatu saat dia pasti akan kelelahan

sayangnya
waktu bukan burung, bukan manusia, bukan pula binatang

makanya dia terus bergulir,
tanpa mempedulikan apa yang telah dia tinggalkan

Friday, February 13, 2009

See? I told you!!

I'm not really a good writer.
I'm just love to expressing my depression in front of the screen.

Every time I feel alone and start feel guilty, usualy I start to write.
I write lot of nonsense thing that just come through my mind.
I looove expressing my depression, because it's make my mind lighter.

Then again,
I'm not a good writer.
I'm not the poetic kind-a-writer, who choosing every word, that will give another message.
Basically, I'm just write.

I'm letting my finger waltz around the keyboard, make them feel free, make my mind feel free.
I know I shouldn't tell this.
Then again.
I'm not a good writer.

Bubble

When I feel little insecure,, I will draw a big bubble around me, and make sure no one.
I said no one
will come near me
Now, do you see a big transparent bubble around me? and Do you feel pity about me now?

Please do.
Cause I feel really sick right now.

I hate the fact that..
People around me will leaving. Soon.
I hate the fact that...
My friends will not around me anymore.
I hate the fact that
I will miss every laughter that we shared, tears that we swallowed, and even every argument that we had.

So.. I chose to stay inside my bubble, and believe that no one will bother or brave enough to poke the bubble. No one will even bother to come near my bubble.

I pretended to be strong in front of my mom.
So, she wouldn't spend her time to comfort me.
I pretended that nothing happen with my feeling, my soul
although I know, there's something going on inside there.

I'm just suggesting that right now, I'm just don't have enough sleep, and had enough calcium.
That's it.
But, I'm still inside my bubble.
Do you see the transparent thing around me?
Yeah.... that's my bubble.

Thursday, February 12, 2009

Anggota Badan.

Karena minum secangkir kopi susu hangat buatan sendiri
si mata enggan menutup. Ia malah nekat membuka diri walau malam semakin larut

Sang otak telah lelah menelan semua kata-kata itu, walaupun tau, ia mampu menghabiskan semuanya. Namun, ia hanya ENGGAN. Tapi karena terbujuk oleh cairan pekat hitam yang telah masuk ke dalam mulut, ia pun kembali menelan kata-kata itu sambil bersenandung.

Si tangan masih belum berhenti menulis. Rupanya malam ini ia harus lembur. Belum lagi besok, ia harus bekerja keras menghajar kertas putih, dengan tinta warna biru. Sehabis ujian ini, ia akan minta cuti kepada sang otak.

Si mulut telah berulangkali membuka dan menutup, menguap itulah sebutan umumnya. Kaku. Karena terlalu banyak membuka dan menutup.

Si perut mendengkur pelan. Ia minta diisi.. namun si mulut enggan memasukkan makanan layak. Si mulut malah mengijinkan cairan pahit itu, sehingga kini seluruh tubuh mulai disfungsional. Si perut mulai mendengkur protes, karena ia ingin benda padat untuk mengisi ruang kosongnya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 3 dini hari.

Si mata mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan karena sudah terlalu lama membelalak.
Sang otak masih bersenandung karena efek kafein dari cairan hitam pahit yang masuk ke perut tadi.
Si mulut diam. Ia telah lelah membuka dan menutup.
Si perut mulai membungkam dengkurannya. Iapun sadar tak ada gunanya protes, sehingga memutuskan diam.

Seluruh anggota badan telah menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Namun sang otak, dan pemilik anggota badan itu masih mencoba menerjang rasa kantuk yang kerap menyerang.
Oh la la... besok ada ujian. Dan sang pemilik anggota badan harus bergulat dengan buku-bukunya.

Semua anggota badan hanya bisa menghela nafas, bertanya-tanya kapan mereka bisa istirahat. Sementara, sang otak masih bersenandung riang, karena kafein.