Sunday, August 9, 2009
Bukan.. Bukan Yang Itu, Tapi Yang...
*Oknum yang disebut kali ini bernama Ami dan Ochi, dua dari personel Tiga Babi Kecil.
Ochi: "Mbak Ami, tau gak? kata Teh Eni, ada yang meninggal namanya Noordin M Top. Itu yang mana sih??"
Ami: "Oh.. itu ya.. yang bom teroris itu??"
Ochi: ".... Yang nyanyi apa sih??"
*Perhatian: Ochi baru saja menyamakan Noordin M Top sebagai teman seperjuangan Papa T. Bob. Malangnya si Papa... (sok akrab banget gue)
Kemudian, ada lagi percakapan adek gue yang gak kalah gak nyambungnya.
Ami: "Tentaranya Transformer ganteng ya Ma.. ( Si Ami mengacu kepada Josh Duhamel, komandan pasukan yang memang bikin ngilernya setara dengan sepiring sate RSPP)
Ochi: "... Yang jualan apa sih mbak Ami??"
*Perhatian: Lagi-lagi Ochi baru saja menyamakan mas Josh (lagi-lagi juga sok akrab), dengan mas-mas yang suka jualan di pinggir jalan.
Jujur, gue bener-bener gak tau apa yang terjadi dalam benak pikiran Ochi...
Thursday, August 6, 2009
1..2..3 POP!!

Gue memutuskan les privat, karena gue tau gue bakalan minder kalo misalnya les di Farabi. Guru les gue adalah teman orkestra Danang yang bernama Arini. Beliau adalah lulusan komunikasi UI ( kalo gak salah lupa gue hehe --") dan sedang melanjutkan kuliah musik di IMD. Beliau ini memiliki figur tubuh sedikit tambun ( beda-beda tipis sama muridnya), dan baik sekali.. heheh.. Beliau sudah menggembleng gue selama kurang lebih 2 bulan. Tapi sejauh ini les gue masih fun-fun aja. Jari-jari tangan kiri gue mulai lecet ( baru hari ini) dikarenakan gesekan senar. Dan lagu yang sudah gue kuasai adalah Twinkle Twinkle Little Star, France Folk Song, Rightly Row, dan Do-Re-Mi Song. Lumayan kan buat pemula?? hehe
Les Kedua: Les Gambar
Seinget gue, waktu SMP, gue bersumpah untuk gak akan mau memegang pensil untuk menggambar seumur hidup gue. Eh... nyatanya... sekarang gue belajar mengores pensil di atas kertas. Kayaknya gue kena karma. Yak.. tempat les gambar gue di Jalan pertanian raya no. berapa lupa, dan nama institutnya Bintang Merah. Dan.. kemajuan gue dalam les ini masih.... 0
Les Ketiga: (masih direncanakan) Les Bahasa Jepang
Sudah lama gue kepingin sekali untuk les bahasa jepang, namun gak pernah kesampean. Sekaranglah saatnya untuk mewujudkan keinginan gue itu. Tapi, gue masih nyari tempat lesnya hehehe
Dan.. demikianlah post ini diakhiri dengan senyum kecut sambil berkata dalam hati "Sambel.. gue gak bisa TIDUR!!"
Selamat malam.
Tuesday, June 16, 2009
My Life So Far..
(dari kiri ke kanan) Kanya, Gue, DanyaTerus.. gue udah melewati malam prom, dan menghabiskannya dengan pacar gue jaman SD.
Mahesa dan gue
Gue juga udah menghabiskan liburan bersama teman-teman gue, layaknya liburan ABG dan senandung masa puber.

Gue, Kanya, Danang, Icha, Ibhe Debra, dan Yuda
Sebenarnya waktu liburan baru mulai, gue pikir bahwa sebagian waktu gue akan habis dengan nulis blog, ternyata enggak.Jadinya gue MALES banget.. hahaha.. Anyway,,, untuk sementara ini, gak ada perkembangan signifikan dalam hidup gue.. hehehe...
Sunday, May 17, 2009
That's all
Karena wejangan dari seorang temanlah, akhirnya gue mulai mencoba memikirkan mau dibawa kemana hidup gue ini. Gue yang tadinya yakin 100% sama arah hidup gue, tiba-tiba menjadi ragu. Dan akhirnya berpikir ulang tentang jurusan kuliah gue nanti. Kemaren, akhirnya gue sadar, dan sadar apa yang gue butuhkan sekarang. Seperti anak kecil yang tau dia mau jajan apa (perumpamaan macam apakah ini?), gue pun langsung mengacungkan tinju ke udara, dan bilang "YAP.. gue mau kuliah video game design!!"
Selama ini gue selalu bingung mau kuliah antara bisnis manajemen, atauu video game design. Gue selalu berusaha menangin yang bisnis. Karena nyokap mendukung dan alasan-alasan lainnya. Tapi kemaren, akhirnya gue memutuskan untuk mengambil kuliah video game design. Setelah diskusi cukup lama dengan nyokap, dan menerima beberapa bantahan dari beliau, jadilah gue akan kuliah video game design. hahahah..
soo.. pray for me people.. semoga ketemu di masa depan yaaa..
*ciehlaah.. gaya guee
Friday, May 15, 2009
I.Love.U
I. LOVE. YOU.
These three simple words should just slip through your mouth
But then again
It’s not EASY.
Although the one that you love the most
Is right in front of you
Smiling right at you
You know
It’s not about telling what you feel
You are too afraid to losing them
You are yearning to lay a hand on them
But you always hold back
Because you know
The one you love the most is fragile
And you want to protect it with all of your power
In the end,
You keep your mouth shut
Long enough..
Until you see
The person that you care is walking away with the total stranger
And you know at that time
You should say it at the first place
Or
You will lose the person that you love the most with stranger forever.
Thursday, May 14, 2009
Life = Movie?
Ngerti gak?
Kayak misalnya, setiap kali kita sedih,marah, atau ada momen penting dalam hidup kita, ada berbagai macam jenis backsound untuk mendukung perasaan kita saat itu.
Atau
Ada sebuah narator yang bercerita tentang masa lalu kita, dan mimpi kita, atau memberikan pendapat atas tindakan yang kita hadapi.
Atau
Jika kita sedang dalam keadaan shock, dunia seolah berhenti berputar untuk kita. Orang yang sedang minum, anjing yang sedang berjalan, dan semua aktivitas di dunia, seolah berhenti bersama dengan perasaan kita.
Bagaiman jika semua fitur-fitur yang ada di film itu telah menjadi suatu aspek kehidupan yang paling esensial? Menurut gue sih, itu akan jadi seru banget. Setiap sound effect yang gue denger pasti akan membuat hidup gue semakin seru.
Hanya saja, film itu memiliki sebuah plot yang sudah direncanakan. Dan juga setiap tokoh di dalamnya memiliki peran yang sangat jelas. Si A menjadi yang sang protagonis, dan si B menjadi antagonis. Pada akhirnya, perseteruan kedua tokoh itu SELALU menyelipkan amanat tersendiri kepada penontonnya. Sebuah film SELALU memberikan amanat kepada penontonnya, dengan cara yang beraneka ragam dan seabsurd mungkin. Sang protagonis pun selalu digambarkan penuh perhitungan, tau apa yang di lakukan. Jika ia digambarkan sebagai orang yang gagal, maka ia pasti dapat bangkit dan maju dengan mantap.
Itulah yang membuat film berbeda dengan hidup. Kita tidak pernah tau apa yang akan kita hadapi di hari depan. Kita tak pernah tau kapan sang kematian akan melambaikan tangannya, dan mengajak kita turut bersamanya. Kita tak pernah tau apa dampak dari setiap tindakan kita dalam hidup. Di satu waktu, kita bisa menjadi sang protagonis, dan satu waktu, kita dapat saja menjadi sang antagonis. Kita sebagai sang protagonis, juga tidak selalu tau perhitungan, dan belum tentu kita dapat bangkit dari keterpurukan.
Namun ada satu hal yang pasti. Jika hidup itu adalah sebuah film, maka pastilah kita adalah seorang protagonis. Dan yang dapat memutuskan plot dalam hidup kita adalah kita sendiri. Kita adalah script writer, sound manager, sutradara, dan produser hidup kita sendiri. Hanya kita yang tau apa yang terbaik untuk hidup kita.
Tuesday, May 5, 2009
Gak jelas,
1. Kemampuan gue untuk makan di mobil sambil nyetir telah berkembang pesat
Hari ini contohnya. Gue berhasil menghabiskan sepiring roti bakar sambil nyetir ke sekolah!
Waow. Dengan kecepatan tinggi pula!!!
Pengalaman pertama gue adalah makan beef burger, sambil nyetir. Tapi kecepatannya lambat banget. Gue aja ampe rela jalan pelan-pelan di belakang truk. HAHAHAAH...
what a freak.
2. Hari ini gue menemukan mobil Dinas Pengawas Kebersihan buang sampah di tol. Ha... kok berlawanan sih sama tulisan mobil dinasnya. Katanya Dinas Pengawas Kebersihan, eh malah buang sampah sembarangan. ckckckck
Anyway.. sepertinya... gue udah sakit jiwa..
Karena hal gak penting kayak gitu aja udah mulai dibahas. Hahha
Gotta go.. semenit lagiiii gue mesti belajar. hehehe
See you when I see you...